Monday, August 07, 2006

keponakanku yg telah lebih dulu dipanggil

bismillah

minggu, 6 agustus 2006.

07.12

suasana pagi waktu itu agak dingin. rasanya pagi kala itu tak terlalu bersahabat. di rumah ada seorang calon ibu yang sedang menahan sakit dalam perutnya. dia sedang hamil dan waktunya sudah datang. pagi itu dia terus merintih kesakitan karena bayinya sudah mendesak hendak keluar. akhirnya ayah bayi itu pun segera mengambil tindakan untuk mengantar sang ibu ke tempat persalinan.
waktu itu kami yang ada dirumah mengharap-harap cemas akan kelahiran anggota keluarga baru kami. keponakan kami. kami terus menunggu dan menunggu bagaimana kabar terakhir dari persalinan tersebut.

10.55

waktu itu aku sedang stress menghadapi komputerku yang terus-terusan restart. karena komputer itu tak kunjung berhenti restart. aku cabut saja kontak listrik ke komputerku itu dengan rasa frustasi.
setelah mematikan komputer aku langsung keluar kamar. waktu itu kulihat seluruh anggota keluargaku sedang membereskan rumah. aku cukup heran melihat pemandangan yg tak biasa seperti itu. "mo ada kondangan ya??" tanyaku. lalu adikku menjawab "bukan... anaknya incim meninggal". incim, ya! begitulah aku biasa memanggil kakakku yg baru saja melahirka ini. saat itu pula aku terperanjat mendengar berita itu. kakak itu ternyata mengalami kegagalan dalam proes persalinannya. menurut berita yg kudengar, anaknya terlilit ari-ari sehingga tidak bisa keluar. jika bayi tersebut dipaksa keluar maka ia akan tercekik oleh ari-arinya sendiri. sang ayah meminta untuk dioperasi sesar saja supaya lebih aman. namun rumah bersalin itu tak bisa memenuhi permintaan sang ayah karena memang prasarananya tidak memadai. akhirnya bayi yg berada dalam kondisi yg sudah agak tercekik didalam rahim sang ibu itu dibawa ke rumah sakit yg letaknya cukup jauh dari rumah bersalin tersebut.
setelah sampai dirumah sakit ternyata sang bayi sudah tak bisa diselamatkan lagi. dia telah dipanggil oleh Allah SWT. saat itu kami yang sedang menunggu di rumah mendapat kabar bahwa bayinya meninggal. saat itu pula kami segera membereskan rumah untuk menyiapkan penguburan sang bayi. bendera kuning pun berkibar didepan rumah kami

11.38

sebuah taksi berhenti didepan rumahku. lalu keluar ibuku yang sedang menggendong seorang bayi. ia tak menghiraukan tetangga-tetangga yg sudah banyak mengumpul didepan rumahku menanyakan siapa yg meninggal. ia langsung masuk kedalam rumah sambil menggondong sang bayi dengan air muka yang tampak sangat sedih namun ditahan-tahan. sesampainya didalam rumah dia langsung membaringkan sang bayi ditempat pembaringan yg sudah kami siapkan segera setelah mendengar kabar duka tersebut. dia bersama seorang kakakku menangis sejadi-jadinya meratapi bayi tersebut. kulihat bayi itu sangat tampan dengan bentuk tubuh yg sangat normal dan terlihat sangat sehat seolah dia disana hanya sedang tertidur manis. bibirnya terlihat menghitam, mungkin karena darah yg tersumbat tadi. waktu itu bapakku menyuruhku membawa motornya yg tertinggal dirumah sakit. aku pun segera berangkat.

12.42

aku telah sampai kembali kerumahku membawa motor yg tadi ditinggalkannya. kulihat kini sudah tak ada lagi tangisan-tangisan sendu. yang ada hanya beberapa anggota keluargaku yg sedang mengelilingi sang bayi sambil membacakan ayat al-quran. waktu itu aku belum shalat dzuhur sehingga akupun mensegerakannya. setelah itu aku turut ikut membacakan ayat al-quran untuk sang bayi. tak lama kemudian sang ustadz yang akan mengurus proses penguburan sang bay itu datang. setelah itu dia langsung menyiapkan segala yg dibutuhkan dengan cepat.

14.01

sang bayi sedang dimandikan. aku turut ikut memandikan bayi tersebut. itu adalah pengalaman pertamaku memandikan jenazah. dia dibersihkan dengan cermat. setiap lekuk tubuhnya disirami dengan air sabun secara merata. tak lupa bayi itu juga diwudhukan. setelah dimadikan tubuh bayi yang tadinya tegang kini sudah mulai agak melemas. jemari-jemari kecilnya sudah mulai dapat digerakkan.

14.20

kini sang bayi sudah selesai dimandikan dan sekarang sedang dikafani. setelah seluruh tubuhnya ditutupi kain kafan wajahnya dihiasi dengan bedak, sifat dan bunga2 yg ditata disekitar mukanya. bayi tampan itu terlihat sangat imut. perih rasanya mengetahui fakta bahwa bayi imut tersebut sudah tak bernyawa. setelah periasan wajah bayi selesai dilakukan sang ustadz bertanya kepada orang disekelilingnya, "siapa lagi nih... yg mo ngeliat mukanya untuk yg terakhir kali?" saat itu pula sang ayah datang dari rumah sakit menunggu sang ibu. sang ayah terlihat sangat sabar melihat kondisi putranya itu. dia terlihat sangat berusaha menahan tetes air matanya. dia hampiri bayinya itu untuk mencium bayinya itu untuk yang pertama dan sekaligus yg terakhir kalinya. waktu itu suasana haru benar-benar merebak. sanagt sedih melihat seorang ayah yg tabah sedang mencium bayinya untuk pertama dan terakhir kalinya. saat itulah akhirnya air mataku bisa menyeruak keluar.

14.30

bayi itu kini disholatkan. setelah selesai disholatkan bayi itu segera dibawa ke pekuburan untuk segera dikuburkan. waktu itu sang ayah menggendong bayinya dengan gendongan yang dulu dibeli ibunya untuk menimang sang bayi. suasana itupun terasa sangat memilukan hati. kami pun segera berangkat ke pekuburan dengan sebuah mobil pickup. sang ayah bersama jenazah bayinya duduk didepan disamping supir sementara kami duduk dibagia belakang.

14.39

kami sudah sampai di pekuburan. dan waktunya kini sang bayi untuk dikuburkan. suara azan sang ayah mendahului suara azan sholat asar. bapakku yang juga kakek dari bayi tersebut turun ke liang lahat untuk menghantarkan sang bayi ke haribaannya. kini tanah demi tanah dimasukkan kedalam kubur. hingga akhirnya tertutuplah kuburan itu dengan sempurna diiring dengan keikhlasan sang ayah untuk segera mengembalikan titipan Allah SWt itu ke pemiliknya. di papan nisan tertulis:

telah meninggal

hafidz khaidar khairi bin sofyan atssauri

lahir 6 agustus 2006

wafat 6 agustus 2006

semoga Allah menjadikan anak tersebut sebagai penjemput kedua orang tuanya di akhirat kelak. dia akan memegang gelas-gelas yg terbuat dari emas untuk diberikan kepada kedua orangtuanya disurga kelak. amiin.

No comments: